TAHUKAH KAMU? Apa sih burnout itu?
Pekerjaan yang Anda lakukan sekarang memang bisa jadi sangat melelahan dan menguras seluruh waktu dan tenaga. Tekanan akibat pekerjaan tersebut ternyata bisa membawa masalah Kesehatan mental yang disebut dengan burnout.
Burnout merupakan kondisi emosional Dimana seseorang merasa tidak berdaya, tidak memiliki harapan dan bahkan jenuh secara mental ataupun fisik sebagai akibat tuntutan pekerjaan yang meningkat.
Bagaimana cara mengatasi burnout?
Menurut Luban (1994) dalam bukunya, Keeing The the Fire: From Burnout to Balance, ada 3 cara menghadapi burnout yang disingkat menjadi 3R
1. Recognize
Yaitu memperhatikan tanda-tanda mulai terjadi burnout. Apabila kamu sudah merasakan gejala-gejalanya di mana tubuhmu ‘menjerit’, janga ragu untuk berhenti dan istirahat
2. Reverse
Yaitu mengembalikan keadaan mental dengan mencari support dan mengelola stress. Support bisa didapatkan dari teman-teman, keluarga, atau kelompok dukungan di sekitarmu.
3. Resiliene
Yaitu membangun mental yang sehat dengan mempraktikkan self care dan pengelolaan emosi. Self care ini bisa meliputi tidur yang cukup, makan yang teratur dan berolahraga.
Sumber:
https://kampuspsikologi.com/cara-mengatasi-burnout/
Ditanti, J., & Aqidatun Nisa, D. (2023). “HINDARI SELF-DIAGNOSIS! YUK, KONSULTASIKAN KONDISIMU.” In Jurnal Nawala Visual (Vol. 5, Issue 1). Online. https://jurnal.idbbali.ac.id/index.php/nawalavisual
Wijaya, R., Rosad Ramdan, A., Asariningrum, D., & Studi Sastra Indonesia, P. (2024). SELF DIAGNOSE PHENOMENON OF TIKTOK APPLICATION USERS ON MENTAL HEALTH CONTENT: MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS OF PUBLIC ASSUMPTIONS ON SOCIAL MEDIA A’in Syantifa, Indra Sarathan.
Share:
Related Posts

Overthinking tentang Kesehatan? Bisa Jadi Cyberchondria
Overthinking tentang Kesehatan? Bisa jadi Chyberchondria Cyberchondria adalah kebiasaan mencari informasi medis di internet secara berlebihan, yang dampaknya justru membuat seseorang merasa sangat ketakutan dan cemas berlebih akan kondisi tubuhnya sendiri (Basory & Daud, 2025). Seseorang rentan mengalami cyberchondria jika ia tidak tahan dengan ketidakpastian kondisi tubuhnya, selalu menuntut penjelasan medis yang mutlak, dan cenderung hanya fokus pada informasi

Mengenal Lebih Dekat Imposter Syndrome: Mengapa Merasa Seperti Penipu Padahal Berprestasi?
Mengenal Lebih Dekat Imposter Syndrome “Pernah ga kamu ngerasa semua pencapaianmu cuma kebetulan, dan kamu ngerasa takut suatu saat orang-orang bakal sadar kalau kamu sebenarnya nggak sepintar itu?” Perasaan ini sering disebut sebagai Imposter Syndrome. Yuk kenali lebih dalam!! Awalnya, fenomena ini diidentifikasi pada perempuan berprestasi tinggi pada tahun 1970-an oleh psikolog Pauline Rose Clance, PhD, dan Suzanne

Apa itu “Brain Rot”?
Apa Itu “Brain Rot”? Kalian merasa lelah padahal hanya rebahan dan scrolling sosial media? merasa sering marah karena hal – hal kecil? atau merasa sulit memahami suatu hal? Jangan – jangan kalian lagi merasakan gejala dari “Brain Rot”. Yuk, kenali “Brain Rot” lebih dalam!! “Brain Rot” bukan diagnosis medis, melainkan istilah untuk otak yang melemah karena berlebihan dalam mengkonsumsi

Apa sih Bedanya Sifat Narsis dan NPD?
Apa sih Bedanya Sifat Narsis dan NPD? “Pernah nggak sih kalian ketemu orang yang suka banget ngomongin diri sendiri, nggak mau disalahin, dan selalu pengen dipuji?” Bisa jadi, mereka bukan cuma “pede berlebihan”… tapi punya ciri-ciri narcissistic personality disorder (NPD) Menurut DSM-5 TR, Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik merupakan kondisi mental di mana individu cenderung memandang

Kenapa Orang Suka Menunda Pekerjaan?
Pernahkah kamu menunda pekerjaan atau yang sering disebut prokrastinasi? Kata prokrastinasi sendiri berasal dari bahasa Latin “crastinuse” yang mendapat awalan “pro”, sehingga memunculkan kata procrastina tion.Awalan “pro” berarti mendorong maju atau bergerak maju, sedangkan “crastinuse” berarti keputusan hari esok. Sehingga menurut asal kalanya, istilah procrastination berarti menangguhkan atau menunda sampai hari berikutnya. Brown dan Holzman (1967) mendefinisikan prokrastinasi sebagai
